Aku memang pernah menantikan untuk jatuh cinta sebagai penyemangat motivasi. Namun jujur aku tidak pernah merasa senang dengan apa yang aku rasakan saat menyukai seseorang, perasaan gelisah dan seakan terbelenggu membuatku merasa terkekang. Aku ingin sekali mengucapkan langsung bahwa aku menaruh hati padanya, hanya saja aku lebih suka memendam rasa. Kontradiksi ini membuatku harus bertahan dengan perasaan yang ada hingga aku bisa memudarkannya. Rasa ini berbeda, kegalauan ini berbeda, dan dia penyebabnya.
Terkadang aku merasa takut ketika diberikan perasaan seperti ini, bukan harapan ingin bertemu, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut. Aku terus menerus berusaha untuk mematikan rasa ini. Penderitaan yang membuatku berada di dalam waktu yang stagnan.
Jujur saja, aku bukan tipe manusia yang mudah jatuh cinta. Tapi mungkin aku sangat mudah dibuat baper jika ada seseorang yang menyatakan perasaannya langsung padaku, ya, semudah itu membalikan perasaanku. Tapi aku selalu berusaha untuk menjaga hati, karena jika tidak aku tahu itu akan membuatku tidak produktif dan lenjeh lenjeh di kasur. Bukan ingin jual mahal, hanya saja toh kalaupun aku ungkapkan lantas apa? Selanjutnya? Mau pacaran? Itu bukan apa yang ingin kulakukan.
Sudah cukup lama kegundahan ini berjalan, dan akhirnya hari ini aku seakan diberikan jawaban yang selama ini aku nantikan. Alhamdulillah ya Allah, engkau telah menghapuskan segala kegalauan yang tiada artinya. Berhari-hari aku memikiran persoalan yang remeh dan dapat kugunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.
Sekali lagi, aku merasa Allah sangat baik padaku. Ia menunjukkan kesimpulan dari apa yang ingin aku peroleh untuk menetapkan hati ini. Alhamdulillah, Ia menunjukkanku apa yang memang ingin aku tahu. Sangat senang sekali mendapatkan ketetapan hati seperti ini, seolah Ia mengatakan padaku untuk tidak perlu memikirkan apa yang selama ini aku perdebatkan.
