Jumat, 18 Mei 2018

Resensi My Mister

Sebelumnya salah satu drama yang  kukenang banget adalah Misaeng atau Incompleted Life. Disana aku belajar banyak tentang kehidupan karyawan. Nah, tahun ini ada drama baru dari sutradara yang sama yaitu My Mister. Gue kira ini drama romance biasa dengan menitik beratkan pada konsep age gap. Wow, ternyata ini bukan drama biasa gais. It's a lot more than a mere melodrama.



Ini bukan cerita yang memaparkan, 'Kenyataan seharusnya seperti ini,' dan ini juga bukan drama yang memperindah kenyataan. Melainkan, ini adalah drama yang menceritakan bahwa, 'Ada kenyataan yang seperti ini.'

Alur drama ini di awal sangat lambat, jadi bagi kalian yang lebih suka alur cepat mungkin harus banyak bersabar. Kurang lebih di episode ketiga, kalian sudah bisa memahami cerita fudamental drama ini. Jujur, awalnya apa yang membuatku tertarik menonton drama ini adalah IU yang memerankan tokoh utamanya. Aku nggak berharap banyak sama drama ini awalnya, but wow, it's just became my most favorite drama ever.

Terlalu banyak karakter di drama ini, dan aku nggak bisa menjelaskannya satu per satu. My Ahjussi adalah drama yang diisi dengan banyak supporting characters yang memiliki ceritanya masing-masing dan membuat cerita ini lebih rumit. Masalah kemiskinan, perselingkuhan, penyogokan, dan politik kantor juga ada di sini.

Momen yang paling membuat aku bergetar adalah ketika pembicaraan antara Dong Hoon dan Ji An.

DH : "If you hear someone talking trash about someone else, don't tell the other person.
Just pretend that you didn't hear it.
If you end up telling them, the person who you told will start avoiding you.
It's difficult to be around a person who saw you so vulnerable.
And you end up not wanting to see them.
It's fine, as long nobody knows.
Things like these aren't big deal.
If nobody knows, then it's not a big deal."

JA : "Then, they will be scared until someone does find out.
In case someone finds out.
And they will always wonder who might know.
And, whenever you meet someone new.
You will wonder, 'how long will it be until they find out?'
'or, do they already know?'
Sometimes, I wish that I could just have it displayed on the LED billboards.
For everyone in the world to see.
Instead of living in such a fear for the rest of my life."

DH : "I'll pretend that I don't know.
No matter what I may hear about you.
I'll pretend that I didn't hear it.
So, promise me this.
That you will pretend that you didn't hear it.
I'm scared,
Because I feel like you know everything,
without me even telling you."


Masalah utama dari drama ini hanya satu sih, kalau kita melihatnya keseluruhan ini hanya tentang perebutan kursi Direktur yang baru di perusahaan S Company. Tapi jadi rumit banget karena, masalah minor yang terlibat. Yaitu, ketika Dong Joon ingin menjatuhkan Park Dong Woon, Istri Park Dong Hoon selingkuh sama Dong Joon, CEO di perusahaannya dan adik kelasnya semasa kuliah, CEO Dong Joon mencoba untuk menjatuhkan Dong Hoon dengan memindakan dia ke bagian Tim Tiga K3, di bawah Direktur Yoon, agar dia nggak bisa naik jabatan. Ji An yang memiliki hutang sama Gwang Il dan kerja mati-matian sana sini sambil mengurusi neneknya yang tuna(bisu), Ji An yang menawarkan diri kepada Dong Joon untuk menjatuhkan Park Dong Woon and Park Dong Hoon sebagai imbalan 20 miliyar won, tapi malah semakin tergoyahkan dengan kata-kata Park Dong Hoon ketika dia mencoba menyadap handphone untuk menemukan kelemahannya.

Bagus.
It's a truly masterpiece!

Aku sangat merekomendasikan drama ini buat kalian, I cried a bunch. Banyak adegan yang relateable, love it!

Park Dong Hoon, seorang anak dan saudara yang sangat perhatian, sangat mencintai keluarganya, selalu berpegang teguh pada moral dan prinsip yang ia miliki, idealis, penuh kesederhanaan dan low profile.  Kadang, aku merasa seperti Park Dong Hoon yang mungkin nggak akan bisa mendapatkan jabatan lebih dari seorang manager apalagi menduduki kursi eksekutif. Aku tipe orang yang memendam semuanya segalanya, dan terkadang aku ingin terbang dan melepaskan semua beban yang ada.

My Ahjussi ini drama yang sangat apik, setidaknya untukku, tentang bagaimana menggambarkan emosi manusia dengan sederhana tapi dengan jujur. Drama ini menjelaskan bagaimana kita bisa merasa sedih, senang, marah, perhatian, tersakiti, dan berani bersamaan.

5/5 stars!

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© A Journey to Find Spring
Maira Gall